News

Menjelajahi Ilmu dan Budaya di Jepang: Pengalaman Mahasiswa Pascasarjana Teknik Elektro dalam Sakura Science Exchange Program

Sen, 10 Feb 2025
1:06 pm
Berita Terkini
Share :
Oleh : adminelectics   |

Gambar: Alif Adhtiya Wicaksono (gambar atas, kiri) bersama peserta Sakura Science Exchange Program berpose bersama Profesor Minoru.

Bagi mahasiswa yang tertarik dengan riset dan inovasi teknologi, Sakura Science Exchange Program menjadi salah satu kesempatan emas untuk mendalami penelitian di Jepang. Program yang didanai penuh oleh Japan Science and Technology Agency (JST) ini memberikan pengalaman berharga dalam lingkungan akademik dan budaya yang berbeda. Salah satu mahasiswa FT-EIC yang berkesempatan mengikuti program ini adalah Alif Aditya Wicaksono, mahasiswa S2 Teknik Elektro bidang Jaringan Cerdas Multimedia dan lulusan S1 Teknik Komputer.

 

Proses seleksi program ini dimulai dengan mencari profesor yang dapat membimbing penelitian di Jepang. Alif menjelaskan bahwa mengenal profesor sebelumnya akan sangat membantu dalam proses ini. Setelah menghubungi profesor dan berdiskusi mengenai kemungkinan mengikuti program, tahap selanjutnya adalah penyusunan proposal penelitian. Proposal tersebut kemudian diajukan oleh profesor ke JST untuk mendapatkan pendanaan dan persetujuan.

 

Selama 10 hari di Jepang pada bulan Januari, Alif mendalami riset di bidang Pemrosesan Data Biomedis. Ia meneliti Segmentasi Data Medis berbasis metode SAM-2 (Segment Anything Model) menggunakan frame yang diambil dari sebuah video dan membandingkannya dengan penelitian sebelumnya. Hasil yang didapat memang menunjukkan akurasi yang lebih rendah dibandingkan metode sebelumnya, tetapi dari sini ia mendapatkan wawasan lebih dalam mengenai keunggulan dan keterbatasan metode tersebut.

 

Tidak hanya Alif, peserta dari negara lain juga menjalankan penelitian sesuai proposal mereka. Beberapa di antaranya meneliti Wireless Power Transfer menggunakan induksi, serta komunikasi berbasis RF Reflection. Proyek riset ini sebagian besar dikerjakan secara individu, tetapi beberapa juga dilakukan dalam kelompok dengan hasil yang kemudian digabungkan.

 

Gambar: Peserta Sakura Science Exchange Program saat eksplorasi budaya di Jepang.

Selain aktivitas akademik, program ini juga memberikan kesempatan untuk menjelajahi budaya Jepang. Setiap harinya, peserta akan berada di kampus hingga sore hari, tetapi setelah itu mereka memiliki waktu bebas untuk mengeksplorasi kota-kota di Jepang. Alif dan rekan-rekannya sempat mengunjungi Kota Nara, melihat rusa di Nara Park, serta menjelajahi Kyoto dan Osaka. Mereka juga mengunjungi ikon budaya seperti Senbon Torii (1000 Torii Gates) dan pusat oleh-oleh khas Jepang.

 

Meskipun jadwal program cukup terstruktur, setiap pengalaman peserta bisa berbeda tergantung profesor, kampus, dan lokasi yang dituju. Hari pertama diisi dengan acara pembukaan resmi, sedangkan akhir pekan menjadi momen jalan-jalan yang telah dirancang oleh penyelenggara program.

 

Alif membagikan beberapa saran penting bagi mahasiswa FT-EIC yang tertarik mengikuti program ini:

“Kenali profesor yang memiliki koneksi dengan universitas di Jepang. Dosen di ITS bisa menjadi penghubung awal untuk menemukan profesor di sana. Diskusikan terlebih dahulu kemungkinan penelitian di laboratorium profesor tersebut, dan perhatikan persyaratan yang ditentukan oleh setiap profesor karena bisa berbeda-beda.”

Dengan persiapan yang matang dan kemauan untuk belajar, kesempatan untuk berpartisipasi dalam Sakura Science Exchange Program semakin terbuka lebar. Program ini tidak hanya memperkaya wawasan akademik, tetapi juga memberikan pengalaman internasional yang tak terlupakan.

Latest News