Tidak bisa dipungkiri kita dihadapkan pada perkembangan teknologi yang luar biasa seiring dengan revolusi industry 4.0 yang sering kita dengar belakangan ini. Revolusi industry 4.0 didasari atas digitalisasi serta otomasi yang ukup radikal di berbagai berbagai proses industri, mulai dari proses design, produksi, penyimpanan dan pemindahan barang, pemasaran, serta transportasi. Digitalisasi memungkinkan terjadinya perubahan yang substantif pada model bisnis sehingga memungkinkan munculnya usaha-usaha baru yang berkembang sangat pesat dan mendisrupsi bisnis mapan yang sudah hidup lama di dunia usaha. Digitalisasi dan otomasi menimbulkan isu keadilan dan keberpihakan. Digitalisasi telah menciptakan model bisnis yang memungkinkan terjadinya pemusatan kekuatan ekonomi yang lebih keras dibandingkan model bisnis konvensional. Otomatisasi, seperti penggunaan robot dalam operasional pergudangan atau penggunaan drone untuk pengiriman barang menimbulkan ancaman lapangan kerja.
Di sisi lain, Jepang muncul dengan konsep Society 5.0 yang menjadikan manusia berada di pusat dari perkembangan teknologi. Konsep Society 5.0 berupaya menciptakan keseimbangan antara teknologi sebagai pemicu dari perkembangan ekonomi dan teknologi sebagai sarana untuk meningkatkan kehidupan dan kesejahteraan sosial masyarakat. Implementasi dari Society 5.0 ini meliputi pengolahan data yang masif di cyberspace yang dikumpulkan dari aktivitas manusia dan benda-benda fisik lainnya dan hasil olahan tersebut akan menjadi dasar dalam keputusan-keputusan yang menciptakan efisiensi, keamanan, kenyamanan, kesehatan, serta distribusi kesejahteraan yang lebih berimbang.
Untuk membahas persoalan tersebut, Departemen Manajemen Teknologi, Fakultas Bisnis dan Manajemen Teknologi ITS bekerjasama dengan BKI Academy menyelenggarakan seminar bertemakan Technology 4.0 and Society 5.0: How Technology Creates Prosperity for All. Tujuan seminar ini adalah membahas bagaimana teknologi berkembang untuk menciptakan keadilan pada umat manusia, mengurangi terpusatnya ekonomi pada sebagian kalangan, berkurangnya umat manusia yang termarjinalkan akibat tidak memiliki skills yang memadai untuk bekerja, serta tertatanya kehidupan manusia yang lebih baik dengan pemanfaatan teknologi secara cerdas.
Hadir sebagai narasumber pada seminar ini adalah Bapak Jusman Bapak Jusman Syafii Djamal, Menteri Perhubungan 2007 – 2009, Dr. Rudiyanto Direktur Utama BKI, dan Ibu Sri Budi Mayaningsih, Chairman PT. Assist Exiqna Persada. Mereka akan dipandu presenter terkenal Brigita Manohara. Beberapa isu yang dibahas pada seminar ini adalah:
Kegiatan berlangsung tanggal 22 Mei 2019 di Graha BKI, Sunter yang juga merupakan Kampus MMT ITS Kelas Jakarta. Kegiatan ini sekaligus untuk memperkenalkan program MMT Kelas Jakarta yang menawarkan program S2 profesional pada bidang Project Management, Supply Chain Management, dan Business Analytics. (inp)
Kegiatan ini terselenggara atas dukungan:
Hari Sabtu, 16 Oktober 2021 menjadi sejarah baru bagi ITS dengan diresmikannya Sekolah pertama di ITS. Rektor ITS Prof.
Menghasilkan lulusan yang kompetitif dan memenuhi kebutuhan dunia kerja, merupakan keinginan dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) sebagai salah
Peluncuran program MMT ini dihelat bersamaan dengan webinar Marketeers Goes to Campus Episode 24 dan mengangkat tema the Brand New MMT 1.5