Kampus ITS, Opini – Beberapa waktu terakhir, Fédération Internationale de Football Association (FIFA) ramai menjadi buah bibir warganet menyusul larangan penjualan bir di kawasan stadion dan sekitarnya. Sontak, langkah yang diambil oleh FIFA dinilai sebagai langkah cerdas dalam menjaga keberlangsungan serta ketertiban piala dunia tahun ini.
Dilansir dari laman CNBC Indonesia, Presiden FIFA, Gianni Infantino mengumumkan keputusan untuk melarang penjualan minuman beralkohol di semua stadion yang difungsikan sebagai official stadium FIFA World Cup 2022. Keputusan tersebut dikeluarkan dua hari sebelum gelaran piala dunia dimulai. Keputusan yang diambil oleh FIFA tersebut dianggap publik sebagai keputusan yang bijak jika ditimbang dari beberapa hal.
Hal pertama adalah antisipasi terhadap pertikaian antara FIFA dan Qatar. Menjadi salah satu negara muslim, Qatar memang dikenal memiliki aturan ketat terkait konsumsi minuman beralkohol di area publik. Dikutip dari CNN Indonesia, keluarga kerajaan Qatar selaku tuan rumah telah memberi larangan keras terkait penjualan minuman beralkohol meski merupakan sponsor turnamen. Larangan ini diterbitkan sebagai bentuk penghormatan bagi aturan yang berlaku.
Pertimbangan yang kedua adalah untuk menjaga ketersebaran bir selama gelaran Piala Dunia 2022. Sebagai official sponsor penyedia bir, Budweiser telah melakukan kesepakatan ulang dengan FIFA. Dalam negosiasi tersebut, diputuskan bahwa bir hanya dapat dijual di zona FIFA FAN Fest yang terletak pada pusat Kota Doha dan tempat hiburan yang sudah ditentukan. Dengan adanya aturan ini, maka ketersebaran bir akan lebih mudah dilacak.
Terakhir adalah untuk meminimalisasi kejadian tak diharapkan, seperti kerusuhan ataupun pertikaian antar suporter. Bagaimana tidak, dikutip dari laman SehatQ, salah satu dampak negatif mengonsumsi bir adalah mabuk yang dapat memicu kecelakaan, perkelahian, hingga pemerkosaan. Di dalam dunia sepak bola sendiri, peristiwa kerusuhan yang diakibatkan oleh bir kerap kali terjadi. Seperti halnya kasus kerusuhan yang diakibatkan oleh pria mabuk di Jakarta Utara awal tahun ini.
Dengan adanya larangan mengonsumsi minuman beralkohol di stadion dan sekitarnya ini, diharapkan peristiwa-peristiwa tidak menyenangkan seperti kerusuhan dan pertikaian antar lembaga dapat dihindari. Di samping itu, hasil positif dari langkah cerdas FIFA ini juga diharapkan mampu menjadi contoh sekaligus pertimbangan bagi lembaga sepak bola lainnya. (*)
Ditulis oleh:
Ahmad Farhan Alghifari
Departemen Teknik Sistem dan Industri
Angkatan 2022
Reporter ITS Online
Kampus ITS, ITS News — Terdapat lebih dari 13.000 sumur minyak terbengkalai di Indonesia yang memiliki potensi sebagai sumber energi
Kampus ITS, ITS News — Dalam upaya memperkenalkan pentingnya sertifikasi halal, tim Kuliah Kerja Nyata pengabdian Masyarakat (KKN Abmas)
Kampus ITS, ITS News — Tim Spektronics dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) kembali sukses mendulang juara 1 pada ajang
Kampus ITS, ITS News — Kurang meratanya sertifikasi halal pada bisnis makanan khususnya pada Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM),