Kampus ITS, Opini – Tim nasional (timnas) sepak bola Indonesia tengah menjadi buah bibir masyarakat dunia. Bukan tanpa alasan, di bawah arahan Shin Tae-yong, Indonesia banyak menggunakan jasa pemain naturalisasi. Walau menimbulkan pro-kontra, proyek ini dinilai cukup berhasil karena memberikan banyak dampak positif.
Naturalisasi merupakan sebuah proses hukum yang memungkinkan seseorang memperoleh kewarganegaraan lain, sehingga diperbolehkan untuk membela negara tersebut. Dalam jagat sepak bola sendiri, istilah ini kian lumrah digunakan. Sebut saja oleh timnas Spanyol dan Italia yang berhasil memenangkan piala dunia.
Di Indonesia, proyek ini menuang pro dan kontra akibat dampaknya yang diklaim mengurangi jatah pemain lokal di timnas. Setidaknya, terdapat 10 dari 28 pemain timnas yang merupakan hasil dari naturalisasi. Namun, hal ini justru memiliki lebih banyak dampak positif bagi perkembangan sepak bola Indonesia.
Salah satunya adalah peningkatan daya saing. Seperti yang dikatakan Shin Tae-yong Selasa (19/12) bahwa proyek naturalisasi seharusnya menjadi peningkat motivasi bagi para pemain yang ingin berada di timnas. Ambil contoh pada posisi lini belakang, adanya pemain naturalisasi seperti Justin Hubner tentu memperketat persaingan para pemain bertahan di Indonesia.
Daya saing dan motivasi ini akan menjadi buah manis bagi timnas Indonesia dengan menghasilkan pemain-pemain kualitas tinggi di masa yang akan datang. Usai sempat gugur pada Piala Asia 2023 Februari silam, antero Indonesia paham perlunya perbaikan pada sepakbola dalam negeri tidak luput juga dari sang Pelatih. Tentu permintaan ini sukar ditolak PSSI mengingat prestasi yang telah diberikan juru taktik asal korea tersebut.
Di posisi tersebut, PSSI menunjukkan tekadnya memperbaiki kualitas kompetisi sepak bola dalam negeri. Kesadaraan akan pembenahan bukanlah hal yang buruk. Bagaimanapun juga, awal menyelesaikan masalah adalah mengidentifikasi masalah tersebut.
Dari banyaknya dampak positif yang diberikan, proyek ini masih on track dari nama positif. Sebut saja peningkatan Fédération Internationale de Football Association (FIFA) Ranking ke peringkat 134 per Minggu (21/04). Selain itu, Indonesia juga masih berada dalam kualifikasi piala dunia 2026. Tentu, masih dilakukan penilaian terkait keberhasilan proyek ini bagi sepakbola Indonesia.
Ditulis oleh:
Ahmad Farhan Alghifari
Departemen Teknik Sistem dan Industri
Angkatan 2022
Kampus ITS, ITS News — Sejak ditemukan pada 1862, plastik telah digunakan secara masif di dunia dan telah melahirkan
Kampus ITS, ITS News — Proses pembuatan batik sebagai warisan tanah air seringkali melibatkan penggunaan zat pewarna sintetis yang
Kampus ITS, ITS News — Terdapat lebih dari 13.000 sumur minyak terbengkalai di Indonesia yang memiliki potensi sebagai sumber energi
Kampus ITS, ITS News — Dalam upaya memperkenalkan pentingnya sertifikasi halal, tim Kuliah Kerja Nyata pengabdian Masyarakat (KKN Abmas)