ITS News

Selasa, 01 Oktober 2024
26 November 2008, 04:11

Kiki, Presiden Wanita Pertama BELM FTSP

Oleh : Dadang ITS | | Source : -

Serba pertama. Demikianlah gambaran seorang Kiki. Betapa tidak, ia merupakan presiden wanita pertama dalam sejarah BELM. Tak hanya itu, ia juga presiden BELM pertama yang berasal dari jurusan Teknik Lingkungan. Seakan tak puas sampai disitu, Kiki pun menggagas acara yang untuk pertama kalinya diadakan oleh BELM. Acara yang ia gagas pun merupakan gawe terbesar BELM, yakni Pekan Ilmiah Mahasiswa ITS (PIMITS) FTSP. Acara tersebut rencananya akan digelar Februari hingga Maret 2009.

Kiki juga membawa sejumlah perubahan dalam tubuh BELM tersebut. Mulai dari perombakan departemen di tubuh BELM hingga sejumlah acara besar lainnnya. Walaupun memberi sentuhan perubahan, Kiki tetap mempertahankan acara BELM lainnya, seperti Olimpiade FTSP, Bedah Sekolah, dan Lomba Maket.

Sedang untuk perombakan dalam departemen, Kiki memulainya dari penambahan beberapa departemen. Departemen-departemen tersebut adalah Hubungan Luar Pengabdian Masyrakat (HLPM), Kesejahteraan Mahasiswa (KESMA), dan Dalam Negeri (Dagri). Ketiga departemen tersebut melengkapi departemen Pengembangan Sumber Daya Mahasiswa (PSDM), Seni dan Olahraga (SO), serta Riset dan Teknologi (RISTEK) yang telah ada dalam tubuh BELM sebelumnya. Selain itu, Kiki melakukan pemerataan staff BELM dari semua jurusan di FTSP.

Pada masa awal menjabat sebagai presiden BELM, Kiki juga sempat mendapat cemohan karena keberadaannya sebagai perempuan. Dengan kegigihannya, Kiki pun berusaha mengubah cemoohan menjadi sebuah pecut agar membawa BELM FTSP lebih baik lagi. “Alhamdulillah para ketua himpunan (kahima) di FTSP sangat mendukung dan kooperatif,” ungkap dara kelahiran Surabaya 27 April 1988 ini.

Bantuan dan support dari seluruh kahima tersebut ditunjukkan lewat Orientasi Mahasiswa Baru (OMB) 2008 yang berlangsung beberapa bulan yang lalu. Kala itu Kiki harus mengumpulkan Organizing Committee (OC) fakultas yang berasal dari tiap jurusan di FTSP hanya dalam waktu beberapa hari setelah pengangkatannya. “Untungnya, masalah tersebut dapat diatasi berkat bantuan para kahima,” tutur gadis pecinta basket ini. (nrf/mtb)

Berita Terkait