ITS News

Minggu, 29 September 2024
16 Mei 2006, 14:05

ITS MC Siap Ukir Prestasi dengan Perahu Madura

Oleh : Dadang ITS | | Source : -

Pada lomba Atlantic Challenge 2006 yang diadakan di Genoa, Italia, 14-21 Juli mendatang, tim MC ITS merupakan satu-satunya wakil dari Indonesia. Tim ini akan menampilkan dan mempresentasikan proses pembuatan perahu nelayan asal Madura.

Perahu yang diberi nama Lanceng Madureh atau berarti Putra Madura ini dikerjakan perajin perahu tradisional masyarakat pesisir asli Madura. Rencananya, setelah lomba berakhir, perahu tersebut akan diserahterimakan kepada induk organisasi Atlantic Challenge Foundation sebagai koleksi Museum Maritim di Italia. “Diharapkan perahu tradisional ini dapat menunjukkan kekayaan bangsa Indonesia akan budaya kelautan,” papar rektor ITS, Prof Dr Ir Muhammad Nuh DEA, dalam Launching Tim ITS MC 2006 di Rektorat, Senin (15/6).

Kegiatan Atlantic Challenge 2006 diikuti oleh 16 tim dari beberapa negara di dunia. Dintaranya adalah Belgia, Kanada, Amerika Serikat, Rusia, Belanda dan Inggris. Masing-masing negara ini mengirimkan 1 timnya termasuk Indonesia. Sedangkan Prancis mengirim 4 tim dan Irlandia mengirimkan 2 tim. Dalam ajang Internasional ini akan dilombakan 10 nomor, seperti dayung, navigasi, dayung-layar, tali-temali, slalom, Captain Gig’s dan Towing.

Ini adalah bukan kali pertama tim ITS maju di ajang Internasional. Tim ITS MC telah dua kali mengukir prestasi Internasional mengharumkan nama bangsa. Tercatat, di USA pada tahun 2002 tim ini berhasil meraih supremasi tertinggi The Spirit of Atlantic Challenge Award dalam ajang International Contest of Seamanship and Boatbuilding. Kesuksesan ITS pun berlanjut hingga kegiatan kelautan serupa di kota Toulan Prancis tahun 2004 yang sukses mengukir prestasi tertinggi L’equipage a Obtenu le 1er Prix de Convivialite et d’spirit d’enquipage.

Tim ITS yang dipersiapkan tahun ini terdiri atas 16 mahasiswa dan seorang dosen pembimbing. Mereka merupakan gabungan mahasiswa dari berbagai fakultas dan program studi, seperti Teknik Kelautan, Politeknik Perkapalan, Mesin, Elektro dan lainnya. Sejak tiga bulan terakhir, tim yang memiliki motto We Fight for Our Nation And The Rediscovery of Our Rich Indonesian Maritime Heritage ini telah melakukan serangkaian program latihan.

Sementara itu, koordinator mahasiswa Tim ITS MC, Adhitya Mahardhika menjelaskan, keikutsertaannya dalam kegiatan Atlantic Challenge itu didorong oleh keinginan untuk memperkenalkan Indonesia di kancah internasional. “Karena itu, keikutsertaan kami di sana tidak hanya sebatas untuk mengikuti berbagai lomba tentang ketangkasan menggunakan kapal dan peralatannya tapi juga menyajikan misi budaya,” katanya.

Tahun ini, katanya menambahkan, Tim ITS MC akan mengenalkan budaya Aceh lewat tarian tradisional Seulaweut, tari yang menggambarkan kekompakan yang memang dibutuhkan dalam arena lomba tersebut. “Tentu pertimbangannya bukan hanya soal kekompakan dalam tarian itu, tapi kami juga akan mengingatkan kembali tentang musibah tsunami yang telah merenggut banyak korban dan kami telah mengambil bagian di sana dalam pembuatan kapal untuk para nelayan,” katanya.

Diungkapkan Adithya hingga kini persiapan fisik tim telah mencapai 80 persen, dimana akan terus ditingkatkan hingga menjelang diberangkatkannya kapal pada 3 Juni mendatang, sedang soal dana baru mencapai 40 persen. “Kami berharap akan ada banyak donatur dan sponsor yang berminat untuk memberangkatkan kami. Untuk biaya pengiriman kapal ke Italia, tim telah mendapatkan potongan harga, tapi untuk biaya transportasi dan akomodasi tim, hingga kini kami masih terus berusaha,” katanya. (humas/th@/ftr)

Berita Terkait